Disharmoni Humaniti.

              pernahkah kita belajar pada...

eksistensi yang mencoba mengabaikan nurani
kolaborasi duniawi yang selalu menghakimi massa
arogansi yang tak pernah jera untuk menjajah cinta
dan siluet insan gadungan yang membunuh sayang
 
              sanggupkah kita takkan lupa untuk menuntut pada...

angkara yang memadamkan nyala api kedamaian
munafik yang mengotori kesucian sperma
fatamorgana yang menenggelamkan panorama
dan teatrikal yang mengangkangi firman sangkakala

              ataukah kita hanya sekedar berhenti berharap pada...

untaian kalam hati yang terdiam bisu menangisi parodi basi
dan ratapan sunyi yang merengek tiada pasti

apakah salah jika nurani menuntut
apakah dosa jika ia menari menantang barisan belati
padahal nurani itu rasa dan rasa adalah anugerah
yang selayaknya disajikan untuk sesama

              karena itu cobalah sejenak untuk menikmati...

oh betapa agungnya dunia kita
di hadapan barisan nisan yang dikomando matahari pagi
rancangan realita yang serupa alam mimpi
berjajar rapi dalam etalase tirani mendekonstruksi ambisi
menghabisi semua nyawa untuk selembar kontrak asuransi
dengan janji surga yang diakumulasi oleh pahala bertubi tubi
serupa berhala konstitusi yang saling berebut jatah kursi
membuat kebebasan hanya berkibar dibalik layar kaca televisi
dan monumen cinta hanya akan berdiri setelah diimingi sederetan nafsu konsumsi
hingga puncak kesabaran, tingkat keimanan dan barikade impian
menanti ajal untuk hancur berantakan!

              cukup sudah
              buyarkan lamunan sejenak untuk menabur semangat...

sekarang cobalah untuk pasrah
dan biarkan tubuhmu ditelanjangi oleh angkuhnya bayangan malam
jangan beri kesempatan pada gairah bulan dan bintang
karena mereka hanyalah biduan yang bersinar diantara kelam
jangan berharap angin berhenti berdansa
sebelum ia menjumpaimu untuk meniupkan asa
karena air susu tidak akan dibalas dengan air tuba
tapi dengan harapan yang akan terbakar
melahirkan reinkarnasi rasa untuk mengebiri naluri

              dan karena matahari nampak mengkhianati harmoni
              maka jangan izinkan dirimu untuk mati terlalu pagi...

| Malang. 1 Agustus 2008

0 komentar:

Posting Komentar