Hasrat yang Terkatung di Pinggir Jembatan Golden Gate.

malapetaka di ujung urat. mendadak lemah menjadi gerilya tak bersenjata. rimba hajatan dan kemunafikan. ibarat selangkangan Trump yang berkacak pinggang di tengah Mentawai yang dilanda kiamat. terselubung belasungkawa. mengaduk imajinasi yang merangsek ke dalam takaran dan timbangan.

anak panah melesatkan modal. bergerak menuju hasrat yang terhempas di ujung tanduk. karena pelanduk telah disematkan di atas kuda kuda pacu bernama televisi. yang menagih mimpi. dan menggiring penonton menuju barisan pemuja MTV dan ratusan promo basi tentang bagaimana menjadi imitasi selebriti.

ditelanjangi rangkaian prosesi. musikalisasi menjual dan membeli. serupa kepompong yang berburu kontrasepsi. karena hari ini senggama adalah memplagiat surga di atas tumpukan kartu kredit yang berlomba onani.

              hasrat yang berkarat
              di tengah jerat transaksi kursi antar korporat dan birokrat

              hasrat melunglai serupa impotensi
              menuju altar bunuh diri
              di atas jembatan Golden Gate yang terkooptasi
              menjadi mediasi barisan sakit hati yang takut merangkai api

              sejenak tertiup angin
              jatuh dan mati.


* sampai hari ini, jembatan Golden Gate di Amerika merupakan salah satu tempat yang paling sering menjadi pilihan bagi mereka yang lebih suka melarikan diri dari hidup, dan menjemput mati.

Malang. 2 November 2010

0 komentar:

Posting Komentar