Ya Basta!

menunggang matahari di tengah indahnya geliat panas jalanan
kukirimkan bala tentara yang mengepal cinta dan harapan
Black Bloc pasca Seattle, Praha, Genoa, Oaxaca, Vancouver hingga Jakarta
ribuan mimpi satu barisan tanpa bendera negara

kami menolak menjadi hamba, kami ludahi tahta para paduka
layak martir Haymarket yang menggoncang nyali barisan pekerja
bukan dengan topi di kepala tapi dengan sebuah senapan di genggaman
kami adalah ancaman bagi kalian yang merangkai dunia dalam plot kekuasaan

karena utopia tak lagi dalam fiksi Ursula Le Guin atau mitos surga khayalan
kami wujudkan dalam karnaval libertarian melawan para pemodal
jaringan suara yang tak sekedar hanya bicara dengan nyali tersumpal
bukan tanah bukan kuasa, bukan dogma bukan moral
kamilah api klandestin serupa mentari di ujung mimpi yang sepekat aspal

              ya basta!

seruan ini adalah barikade kontra hegemoni
jejak tengik para nasionalis oportunis pemuja hirarki
di balik selubung balaklava gerombolan Zapatista yang menolak monopoli
kami hantarkan neraka di dalam poros surga ala Yunani

              panjang umur insureksi.
              matilah tirani.

Malang. 26 Oktober 2010

0 komentar:

Posting Komentar